June 23, 2021

Di Malaka Ada Makanan Kacang Sembunyi,

Di Malaka Ada Makanan Kacang Sembunyi, – Setiap daerah tentu miliki makanan khasnya masing-masing. Saat mampir ke Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka, ada satu warung kecil yang menjajakan berbagai makanan gampang unik keliru satunya kacang sembunyi.

Kacang sembunyi bisa saja udah tak asing bagi masyarakat timor, terutama di Kupang. Namun, siapa sangka ternyata di Malaka terhitung ada yang menjual kacang sembunyi. Bedanya, kacang sembunyi di sini umumnya tidak diberi gula kembali setelah digoreng supaya rasanya tak begitu manis.

Sekilas, wujud kacang sembunyi hampir sama bersama dengan pisang molen mini. Namun pada kacang sembunyi, bukan pisang yang dibalut di dalam adonan, melainkan kacang tanah.

Lusia Hingi Ruing (62), jadi satu-satunya penjaja kacang sembunyi di Kecamatan Kobalima Timur, Malaka. Ia menyebut makanan ini disebut kacang sembunyi sebab kacangnya disembunyikan di balik adonan terigu.

“Ini namanya kacang sembunyi. Karena dia dibungkus di di dalam adonan terigu, jadinya sembunyi,” ujarnya kepada detikcom baru-baru ini.

Adapun untuk menyebabkan kacang sembunyi memang cukup mudah. Sesuai namanya, kacang jadi keliru satu bahan utama yang wajib.

Memang pantas rasanya disebut kacang sembunyi. Pasalnya, untuk satu buah kacang sembunyi cuma diberikan satu kacang. Tak heran tepat menggigitnya, anda akan mencari-cari letak keberadaan kacang, yang disembunyikan di balik terigu.

“Kacang diambil berasal dari kebun sendiri, abis itu dikupas di sangrai. Trus ambil kacang satu biji, kami masukkan ke di dalam adonan terigu. Adonan terigu itu digiling dulu, langsung taro kacang di dalam, konsisten bungkus. Sudah jadi,” katanya.

Adapun untuk adonannya, Lusia menyebutkan kacang sembunyi miliknya cuma gunakan bahan-bahan simpel layaknya terigu, gula, telur, dan margarin. Tak lupa terhitung ia beri tambahan soda sedikit supaya rasanya renyah.

“Adonannya terigu, gula, sama soda sedikit, mentega sedikit supaya garing. Pakai soda supaya enak, renyah,” ungkapnya.

Untuk satu kali menyebabkan kacang sembunyi, Lusia menyebut selamanya gunakan terigu sebanyak 1 kg. Hal ini untuk memudahkan dirinya menghitung keuntungan berasal dari penjualan kacang sembunyi.

Dalam satu minggu, Lusia cuma mengolah kacang sembunyi dua kali di dalam satu minggu. Hal ini sebab kalau amat banyak, ia was-was jualannya lama terjual supaya keenakan rasanya pun berkurang.

“Biasanya kalau satu minggu aku dua kali buat saja. Kalau kami buat banyak, lama (terjual) kan nanti jadi nggak enak rasanya. Setiap buat gunakan terigu satu kilo, itu mampu 50 bungkus kacang sembunyi. Setiap buat aku hitung gunakan kilo saja, biar sadar beruntung berapa. Biasanya sekilo beruntung Rp 150.000 sebab aku menjual satu bungkus Rp 5.000,” ungkapnya.

Meskipun berjualan di toko kecil, mampu dibilang kacang sembunyi miliknya udah kondang hingga ke luar Malaka. Pasalnya, ia menyebut banyak orang-orang yang memborong kacangnya hingga ke Atambua.

“Tiap hari ini ada konsisten (yang beli). Biasanya kalau ada yang sudi berpergian jauh, umumnya membeli banyak 10-20 bungkus. Semua mampir ke sini saja, berasal dari Atambua, Betun semua udah tau,” katanya.

Di tengah pandemi, usaha Lusia memang tak begitu terdampak. Namun, ia bersyukur mampu meraih perlindungan Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM), yang disalurkan oleh BRI Unit Kobalima. Ia menyebut, perlindungan berikut amat membantunya untuk menaikkan modal dagangnya.

“Pas bulan Oktober aku dapat. Saya mampu gunakan buat usaha ini sebab aku butuh minyak lebih banyak. Saya membeli minyak yang besar. Saya membeli alat untuk goreng-goreng ada tiga, panci besar, dandang untuk kukus. Bisa bantu untuk aku membeli alat macam dandang dan kuali,” pungkasnya.

Di kembali tahun yang ke-125 pada tahun ini, BRI hadir di perbatasan bersama dengan tema BRILian memudahkan masyarakat melaksanakan transaksi perbankan, terutama bagi masyarakat di sekitar daerah Motamasin, Kecamatan Kobalima, Malaka. BRI terhitung jadi penyalur BPUM bagi UMKM yang terdampak pas pandemi.

detikcom bersama dengan BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas perihal pertumbuhan infrastruktur, ekonomi, hingga wisata di sebagian lokasi terdepan terutama di era pandemi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *