April 11, 2021

Emak-emak di Pacitan Ini Bikin Kerupuk dari Tulang Ikan Tuna

Emak-emak di Pacitan Ini Bikin Kerupuk dari Tulang Ikan Tuna  РEmak-emak di Pacitan ini tergolong kreatif. Sadar memproduksi tuna di daerahnya melimpah, dia pun memelopori pembuatan makanan berbahan ikan tersebut.

Tak cuma mengandalkan daging ikan sebagai bahan baku produknya. Tulang ikan tuna yang sepanjang ini diakui limbah bisa disulap jadi menu penuh cita rasa.

“Dulu dulu bisa pelatihan langkah bikin kerupuk dari pemerintah daerah,” tutur Sriyanti kala berbincang bersama detikcom di rumahnya Desa Sukodono, Kecamatan Donorojo,

Pengetahuan yang dia dapatkan ternyata tak memicu ibu dua putra itu berpuas diri. Sebaliknya, perempuan yang termasuk berstatus istri kepala desa itu makin terpacu untuk terus mengembangkan diri.

Berbagai macam literatur memuat resep makanan pun dilahapnya. Belum lagi tradisi melihat konten kuliner di YouTube yang membuatnya penasaran coba resep-resep baru.

Pada kala seiring Kelompok Pengolahan dan Pemasaran (Poklahsar) Hasil Perikanan ‘Mina Barokah’ yang diketuai Sriyanti tengah memulai memproduksi menu berbahan ikan tuna. Seperti tahu, sambal, dimsum, dan bakso.

“Iya. Semuanya berbahan daging ikan tuna,” katanya perihal aneka product olahan itu.

Makin besarnya jumlah memproduksi berbanding lurus bersama kian banyaknya limbah yang dihasilkan. Salah satunya bersifat tulang ikan. Sayangnya sepanjang ini sisa memproduksi semacam itu cuma dibuang sia-sia.

Istri dari Harun Supadmo itu pun memutar otak. Bersama sejumlah ibu tempat tinggal tangga yang tergabung di poklahsar, Sriyanti memprakarsai pengolahan tulang ikan untuk diproduksi jadi kerupuk.

Proses coba-cobanya lama sih. Kalau setahun saja lebih sepertinya,” ujarnya perihal usaha memproduksi tulang ikan yang disebut kaya kalsium.

Proses pembuatan kerupuk tulang tuna tak jauh beda bersama krupuk pada umumnya. Bahan utamanya adalah tepung terigu, tepung tapioka, dan tulang ikan tuna yang dilumatkan.

Adapun bumbunya bersifat bawang putih, garam, gula, daun bawang, dan sedikit baking soda. “Insyaallah bahannya serba alami. Tanpa pengawet,” papar Sriyanti yang termasuk menjabat Ketua Tim Penggerak PKK.

Langkah pertama, kata Sriyanti, tulang tuna yang terkumpul dipresto sepanjang tiga menit. Setelah dingin, tulang yang sudah empuk lalu diberi air dan digiling gunakan blender. Sembari menggiling ditambahkan pula bawang putih secukupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *