April 6, 2020

Kuliner Ilabulo

Kuliner Ilabulo

Jika diamati sekilas dari bentuk makanan yang satu ini, pasti sebagian orang akan mengira bahwa makanan ini adalah pepes. Bentuknya yang panjang dan juga teksturnya yang agak padat memang sekilas menyerupai pepes. Dan satu ulang yang membuat makanan ini sangat mirip bersama dengan pepes, adalah bungkus dari makanan berikut yang gunakan daun pisang. Serupa namun tak sama, walau muncul mirip dari tampilan luar, namun sangat berbeda kalau kita udah mengetahui isinya. Ilabulo mengetahui sangat berbeda bersama dengan pepes-pepes lainnya yang biasa dijumpai di Jawa Barat.

Ilabulo terbuat dari campuran sagu yang udah diberi bumbu-bumbu istimewa dan juga tambahan jeroan daging dan telur ayam sebagai isikan dari makanan yang satu ini. Teksturnya sedikit kenyal, bersama dengan sedikit rasa pedas yang tingkatkan enak rasa Ilabulo. Beberapa penduduk di Indonesia, khususnya di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur memang menjadikan sagu sebagai keliru satu pilihan panganan utama mereka. Ilabulo datang bersama dengan memberikan warna lain dari kuliner yang berbahan dasar sagu. Balutan daun pisang yang digunakan untuk membungkus adonan Ilabulo bukan cuma cuman pembungkus, melainkan penambah aroma pada camilan satu ini. Terdapat dua proses penyajian berbeda yang biasa ditemukan, yakni sanggup dikukus dan terhitung dibakar. Tak usah meragukan rasa dari keduanya, dijamin keduanya masih mempunyai rasa yang istimewa walau diproses bersama dengan cara yang berbeda.

Bila mengidamkan nikmati Ilabulo, anda sanggup menemukan pedagang yang menjual panganan khas ini di sekitar Jalan Diponegoro, Kota Gorontalo. Anda tidak harus kuatir bersama dengan urusan basi kalau belanja Ilabulo untuk dijadikan oleh-oleh, panganan ini sanggup bertahan selama dua hingga tiga hari tanpa dimasukan ke dalam lemari pendingin. Saat bulan tertentu, layaknya bulan Ramadhan, Ilabulo akan tambah dicari-cari oleh para penikmatnya untuk dijadikan kawan kala berbuka puasa. Aroma enak Ilabulo yang baru diangkat dari daerah pembakaran akan langsung terngiang saat membahas kuliner yang satu ini. Sedapnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *