April 15, 2021

Kuliner Tempe Jadi Peluang Usaha Besar Di Meksiko

Kuliner Tempe Jadi Peluang Usaha Besar Di Meksiko

Sejak tahun 2005 tempe mulai datang di Meksiko. Masyarakat Meksiko bisa menikmati tempe, olahan pangan khas Indonesia ini, berkat seorang alumni darmasiswa yang udah jadi entrepreneur tempe di Meksiko yaitu Luisa Velez Martines. Luisa tertarik jadi entrepreneur tempe di Meksiko sesudah mendapat mentor dari entrepreneur tempe asal Indonesia yang tinggal di Jepang yaitu Rustono. Hal ini dikisahkannya di sebuah webinar yang diselenggarakan oleh KBRI Mexico City yang bertema “El Tempe: un alimento nutritivo de Indonesia como una oportunidad de integración culinaria Mexicana e Indonesia/ Tempe: olahan pangan bergizi Indonesia sebagai sebuah peluang integrasi kuliner Mexico dan Indonesia” pada 24 November 2020. “Saya suka akhirnya tempe bisa datang di Meksiko” ungkap Rustono yang diundang oleh Luisa didalam webinar tersebut.

Webinar termasuk mengakibatkan Chef asal Meksiko Lalo Plascencia yang memaparkan potensi tempe bisa diintegerasikan bersama kuliner meksiko. Ia berpendapat bahwa tempe bisa menukar posisi protein hewani didalam kuliner Meksiko. Chef Lalo memperagakan masakan Aguachile dari area Sinaloa di Meksiko yang kebanyakan gunakan udang, diganti bersama tempe. “Tempe seperti spons, diberikan aneka saus langsung bisa cepat menyerap dan bisa dikombinasikan bersama beragam kuliner dikarenakan sifatnya yang fleksibel, tanpa rasa, agar bisa diterima secara global,” papar Chef Lalo.

Baik Chef Lalo maupun Luisa, keduanya mulai bahwa tempe merupakan olahan pangan yang penting setara bersama sistem tamalisasi/ sistem olahan jagung yang merupakan bahan mengkonsumsi utama di Meksiko. Luisa termasuk memberikan menerima kasihnya kepada Indonesia dikarenakan udah menciptakan tempe untuk dunia. Hal ini termasuk mengingat tempe udah diterima baik di banyak negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Italia, Korea, China, dll.

Sementara itu, Evi Siregar, dosen belajar Asia Pasifik ahli Indonesia dari Colegio de Mexico menjelaskan peristiwa tempe di Indonesia, termasuk kandungan gizi dan hasil olahan tempe yang banyak dikonsumsi oleh orang Indonesia. “Saya meminta tempe di Meksiko bisa jadi bagian dari pola mengkonsumsi orang Meksiko sehari-hari melalui sistem asimilasi budaya”, ujar Evi mengedepankan barangkali tempe jadi bahan pangan yang penting bagi orang Meksiko.

Tempe di Meksiko mulai digunakan oleh restauran-restauran di Mexico City di area colonia Roma terlebih yang tawarkan makanan bagi para vegetarian. Webinar diselenggarakan didalam Bahasa Spanyol dan beberapa besar pesertanya adalah masyarakat Meksiko.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *