September 26, 2021

Makanan Tradisional yang Melegenda Gudeg

Makanan Tradisional yang Melegenda Gudeg – Gudeg adalah masakan tradisional Jawa dari Yogyakarta dan Jawa Tengah, Indonesia. Dalam perkembangannya, penduduk mengenal gudeg populer berasal dari Yogyakarta supaya menyebabkan kota ini dikenal bersama dengan nama Kota Gudeg. Sejarah gudeg di Yogyakarta di mulai sejalan bersama dengan dibangunnya kerajaan Mataram Islam di alas Mentaok yang ada di area Kotagede terhadap kira-kira th. 1500-an. Gudeg sejatinya bukan berasal dari kerajaan tetapi berasal dari masyarakat. Dikarenakan sistem memasaknya yang lama, terhadap abad 19 belum banyak yang berjualan gudeg. Gudeg jadi populer dan banyak diperdagangkan terhadap th. 1940-an sementara Presiden Sukarno membangun Universitas Gajah Mada (UGM) sampai sekarang.

Gudeg terbuat dari nangka muda mentah (Jawa: gori). Direbus selama beberapa jam bersama dengan gula aren, dan santan rempah-rempah tambahan juga bawang putih, bawang merah, kemiri, biji ketumbar, lengkuas, daun salam, dan daun jati, yang mengimbuhkan warna coklat kemerahan ke masakan. Dengan beraneka campuran bumbu tersebut, gudeg menjadi jadi manis dilidah dan mempunyai rasa yang khas dan enak cocok bersama dengan selera penduduk Jawa terhadap umumnya. Hal ini kerap diekspresikan sebagai “nangka hijau rebus yang manis”.

Disajikan apa adanya, gudeg dapat dianggap sebagai makanan vegetarian, sebab hanya terdiri dari nangka mentah dan santan. Namun, gudeg kebanyakan disajikan bersama dengan telur atau ayam. Gudeg disajikan bersama dengan nasi kukus putih, ayam baik sebagai opor ayam atau ayam goreng, telur pindang, opor telur atau telur sekadar rebus, menyadari dan atau tempe, dan sambel goreng krecek sup yang terbuat dari kulit sapi renyah.

Ada beberapa type gudeg; kering, basah, khas Yogyakarta, khas Solo dan khas Jawa Timur. Gudeg kering hanya mempunyai sedikit santan supaya mempunyai sedikit saus namun gudeg basah membawa banyak santan. Gudeg paling umum berasal dari Yogyakarta, dan kebanyakan lebih manis, lebih kering dan berwarna kemerahan sebab penambahan daun jati sebagai pewarna. Gudeg Solo dari kota Surakarta lebih berair dan pekat, bersama dengan banyak santan, dan berwarna keputihan sebab daun jati kebanyakan tidak ditambahkan. Gudeg Yogyakarta kebanyakan disebut “gudeg merah”, sementara gudeg Solo juga disebut “gudeg putih”. Gudeg khas Jawa Timur mempunyai rasa lebih pedas dan lebih panas dibandingkan bersama dengan gudeg Yogyakarta, yang manis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *