November 1, 2020

Masakan khas Aceh Si Ikan Kayu

Masakan khas Aceh Si Ikan Kayu

Indonesia diketahui dengan macam kuliner tradisionalnya, tercantum hidangan banyak bahan rempah serta tidak sedikit yang bercita rasa pedas. Salah satunya merupakan makanan khas Aceh berbahan dasar ikan laut. Namanya eungkot keumamah ataupun lebih diketahui dengan keumamah. Materi dasarnya merupakan ikan tongkol ataupun cakalang.

Makanan ini banyak dihidangkan bagaikan menu harus pada kegiatan hajatan ataupun acara warga setempat. Tidak susah buat mengalami menu ini di kedai- kedai makan di Dunia Rencong sebab materi dasar serta bumbunya gampang diterima. Di Kota Banda Aceh, menu keumamah ini bisa ditemui di pusat kuliner area Blang Padang. Keumamah merupakan sahabat lauk sangat lezat bila lagi bersantap siang bersama nasi putih yang sedang hangat.

Ikan tongkol yang dijadikan materi makanan berawal dari ikan yang sudah dikeringkan sepanjang sebagian hari alhasil hampir tidak terdapat lagi isi airnya. Sebentar teksturnya yang kering ini membuat ikan lebih mendekati semacam kusen. Sebab itu ikan kering ini acap diucap bagaikan ikan kusen.

Bagi Tengku Rusli, owner warung makan di Pango Raya, Banda Aceh, ikan yang diseleksi bagaikan materi keumamah wajib ikan yang sedang fresh. Setelah itu ikan mulanya dibersihkan isi dalam perutnya serta dibuang bagian kepalanya. Kemudian ikan direbus didalam air yang telah ditaburi garam sampai separuh masak.

Setelah itu ikan dinaikan dari tempat perebusan mengenakan media kusen dan dikeringkan di amat mentari. Sehabis kering, ikan setelah itu dibelah jadi 2 bagian buat dibuang bagian tulangnya. Tidak tidak sering pula yang membelah ikan jadi 3- 4 bagian supaya lebih gampang dalam pengerjaan pembatalan tulangnya. Setelah itu dijemur kembali dengan metode diikatkan bergantung pada seutas kawat yang dibentangkan semacam ikatan jemuran. Ini bermanfaat supaya isi air terus menjadi menetes pergi dari badan ikan. Cara semacam ini dicoba dekat 3 hari dalam situasi amat mentari.

Hasilnya, membuat berat ikan dapat menurun sampai 70 persen dari berat kala terkini dibekuk. Namun janganlah takut, perasaan rasa asli dari ikan tongkol yang enak serta berlemak senantiasa bisa dialami. Ikan kusen ini dipercayai sanggup bertahan sampai 2 tahun buat dapat dijadikan materi penting keumamah sebab telah direbus dalam air garam serta lewat cara pengeringan yang lama.

Tetapi, cadangan ikan tongkol bagaikan materi penting keumamah amat tergantung pada ketersediaannya di laut. Kala lagi masa, hingga tidak susah buat memperoleh cadangan ikan tongkol. Sedemikian itu pula kebalikannya. Perihal ini yang dialami Tengku Rusli bagaikan hambatan. Sebab itu beliau memilah buat membuat persediaan ikan kusen buat menjauhi kelangkaan materi dasar ikan buat makanan keumamah.

Kesukaan Pejuang Kemerdekaan

Tetapi siapa duga, di balik nikmatnya memakan menu makanan ikan olahan itu tersembunyi ekspedisi asal usul jauh. Ialah, sengitnya peperangan para figur Aceh melawan kolonialis di era kemudian. Para pejuang wajib bergerilya di hutan- hutan dalam durasi lama, alhasil peralatan perang wajib senantiasa terdapat, tercantum santapan.

Para pejuang Aceh pada era kemudian memasak ikan kusen. Ikan kusen dijadikan materi lauk- pauk yang dapat kuat lama, apalagi sampai berbulan- bulan, buat memenuhi keinginan vitamin pejuang. Inilah cikal akan timbulnya keumamah.

Sebab beratnya peperangan yang dicoba dan gerombolan yang wajib berpindah- pindah di hutan, hingga para pejuang Aceh menghasilkan keumamah itu bagaikan salah satu persediaan peralatan yang efisien serta gampang dibawa ke mana saja.” Ini merupakan metode terbaik para pejuang buat bisa bertahan di dalam hutan,” begitu dibilang Orang tua Kota Banda Aceh Aminullah Usman.

Tidak cuma dimakan oleh para pejuang kebebasan, di era kemudian para himpunan haji asal Dunia Rencong pula memperlengkapi diri dengan makanan sang ikan kusen ini. Maklum, kala itu ekspedisi ibadah ke Mekkah menyantap durasi sampai 1, 5 bulan melalui laut. Walhasil, para himpunan haji membutuhkan santapan efisien serta gampang dimakan. Keumamah ialah salah satu tanggapannya.

Buat dimasak bagaikan keumamah, biasanya warga Aceh mengenakan metode memasak ditumis kering berair. Materi ikan kusen mulanya diiris tipis- tipis setelah itu direndam air panas sebagian menit saat sebelum dimasak dengan bahan yang dicampur rempah. Bahan dasar keumamah merupakan cabe rawit, cabe merah, bawang merah, bawang putih, kunyit, ketumbar, jahe, batang serai, serta air seperlunya. Materi yang lain merupakan asam sunti, belimbing wuluh yang telah dikeringkan setelah itu diasinkan. Keumamah dapat pula digabungkan dengan kentang buat alterasi isinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *