April 15, 2021

Mulai Usaha dari Usia 16 Tahun Kisah Sukses Ratu Cimol Banyumas

Mulai Usaha dari Usia 16 Tahun Kisah Sukses Ratu Cimol Banyumas  – Semangat berbisnis sesungguhnya tidak mengenal usia, apalagi disempurnakan bersama tekad yang kuat. Hal ini pula yang jadi refleksi Resika Caesaria, perempuan asal Banyumas, Jawa Tengah, yang meniti bisnis cimol bernama Ratu Cimol Banyumas waktu tetap berusia 16 tahun.

Berkat kegigihannya mengupayakan cimol, Cika, begitu ia akrab disapa, apalagi berhasil terima apresiasi Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2014.Bandar Bola Ia capai apresiasi yang diberi PT Astra International Tbk ini untuk bidang kewirausahaan.

Cika, begitu ia akrab disapa, merupakan anak keempat berasal dari empat bersaudara. Sang bapak yang udah memasuki umur lanjut dikala ia duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), waktu itu berprofesi sebagai sebagai supir.

Karena pekerjaan selanjutnya berisiko di umur lansia, sang bapak pun memutuskan berhenti bekerja waktu Cika masuk SMA. Di segi lain, waktu itu studinya memerlukan banyak biaya, berasal dari duit sekolah hingga duit saku.

“Saat itu kakak aku bilang aku sekolah saja untuk bulanan bisnis sendiri. Jadi awal mula bisnis kepepet,” kata Cika didalam bincang virtual yang digelar Yayasan Dian Sastrowardoyo dan Magnifique, Rabu (16/12/2020).

Cika mengungkapkan, ia mendapat pertolongan berasal dari orangtuanya. Ia mampu memiliki bisnis sendiri di umur 16 th. dan waktu itu modalnya Rp63 ribu. “Sekarang mobilisasi omzet di para mitra Rp30 miliar per tahun,” lanjutnya.

Perempuan berusia 31 th. ini menyebut tersedia banyak tantangan yang ia hadapi dikala mengawali bisnis cimol. Dahulu, Cika sempat berpikir dagangannya tidak dapat laku.

Semangat Cika

“Semakin berkembang, tersedia manajemen waktu, manajemen keuangan perlu diatur, mana yang khusus dan bisnis. Harus tersedia latihan pembukuan keuangan, makin kompleks. Sekarang kasus internal SDM dan produksi, eksternal keinginan pasar,” tambah Cika.

Sebelum berjualan cimol, ia pun dulu membawa dampak kue tetapi tidak terjadi lancar. Berlanjut bisnis batagor, juga juga tidak cukup mampu respons baik.

“Suatu hari aku ketemu pedagang cimol, kita pindah resep. Lalu aku bikin dan bawa ke sekolah dan jadi jajanan baru,” jelasnya.

Cika sendiri mengusung konsep bisnis sosial, di mana tiap tiap bulan berasal dari keuntungan 100 persen itu dibagi dua bagian. 70 persen digunakan untuk pengembangan, 30 persen digunakan untuk sosial.

Misi sosial ini juga mengimbuhkan franchise gratis dan juga modal Rp3juta–Rp4 juta yang digagaskan kepada para mitra. Bantuan ini diberi kepada mitra-mitra tertentu.

“Waktu aku situasi ketidakmampuan, dikala aku dikasih kemudahan rezeki, aku dambakan membantu orang lain, aku memakai untuk membantu orang yang pendapatan tidak cukup atau pengangguran,” tuturnya.

“Ada syarat jadi mitranya, kalau udah sesuai berasal dari kriteria, mampu mendapatkan permodalan gratis itu berbentuk gerobak, perlengkapan, bahan baku di awal,” tambahnya.

Pada 2014, bisnis franchise Cika memiliki 60 mitra yang berasal berasal dari kalangan ekonomi lemah dan pengangguran. Di 2020, mitranya udah capai lebih berasal dari 600-an mitra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *