October 29, 2020

Nasi Boranan Khas Lamongan Menggugah Selera

Bila dimohon mengatakan, apa saja kuliner khas Lamongan, hingga otomatis yang diucap merupakan soto, ketahui aduk serta wingko tebas.

Tetapi, saat ini menu khas Lamongan meningkat. Kabupaten di akhir utara Jawa Timur( Jatim) itu mempunyai menu terkini yang bertambah diketahui besar warga. Apa itu? Nasi boranan ataupun sego boranan jika bahasa Jawa.

Tutur boranan didapat dari gelar media ataupun tempat nasi yang dibuat rajutan bambu. Umumnya tempat ini dibawa dengan metode digendong memakai syal sampur. Untuk masyarakat Lamongan, nasi boranan lazim diucap dengan nasi boran ataupun sego boran. Nasi boranan ialah ramuan nasi khas Lamongan yang banyak ditemui bila kita bertamu ke Lamongan.

kuncinya kala terdapat di sejauh jalur pusat kota Lamongan. Nyaris di tiap ujung kota dengan gampang ditemui bakul nasi boranan ini. Dikala ini pedagang santapan ini tidak cuma di pusat kota Lamongan saja, tetapi telah menabur ke arah kabupaten. Di Lamongan, orang dagang nasi boranan sepanjang nyaris 24 jam.

Nasi boranan berisikan nasi yang dicampur dengan bermacam lauk- pauk yang dapat diseleksi sendiri semacam ikan bandeng, daging ayam, ketahui, tempe, dalaman, telur payau, telur dadar, hingga ikan sili.

Ikan sili ini biayanya lebih mahal dari harga lauk yang lain. Ini sebab, ikan sili ialah tipe ikan air payau yang cuma dapat ditemui hidup buas di rawa ataupun bengawan. Ikan ini juga belum dapat dibesarkan dengan cara massal. Alhasil alami biayanya mahal

Nasi yang dicampur lauk itu setelah itu diberi serta ditaburi rempeyek di atasnya. Sambal buat nasi boranan terbuat dari bumbu serta dipadukan dengan santan kelapa. Ada 2 tipe sambal yang lazim dipakai. Ialah sambal kuah serta sambal urap. Sambal kuah terbuat dengan rempah semacam cabe merah serta rawit yang direbus. Kemudian bawang merah serta putih yang digoreng, kelapa kukur, beras anom yang telah direndam.

Sebaliknya sambal urap terbuat dengan bumbu semacam bawang merah, bawang putih, garam, cabe merah, bumbu rasa, serta kelapa kukur. Istimewanya, sembari urapnya tidak dikukus melainkan dipanaskan memakai kreweng( sejenis tanah liat yang terbakar berupa persegi) buat memunculkan rasa asap yang khas.

Salah satu pedagang nasi boranan di depan halte Kecamatan Paciran, Lamongan, Mbak Sus( 55), berkata, ia telah berdagang nasi boranan semenjak 3 tahun terakhir. Reaksi warga setempat kepada santapan ini warnanya lumayan baik. Biayanya pula relatif terjangkau, ialah Rp12. 000 per jatah.

“ Aku umumnya berdagang mulai petang dekat jam 17. 00 sampai 24. 00 Wib. Dampak wabah Virus Korona, kesimpulannya aku cuma berdagang hingga jam 21. 00 Wib,” tuturnya sambil melayani wisatawan.

Salah satu wisatawan gerai nasi boranan Mbak Sus, Rizal Bashoni( 39) berkata, dalam sepekan sekali ia makan nasi boranan. Ia umumnya mengajak anak dan istrinya. Biayanya yang lumayan terjangkau serta rasanya pula lezat, membuat ia ketagihan buat lalu menikmati santapan ini.“ Aku umumnya tiba ke gerai ini( nasi boranan) buat makan malam,” tuturnya.

Informasi Biro Perindustrian serta Perdagangan( Disperindag) Lamongan membuktikan, terdapat sebesar 200 lebih orang dagang nasi boran bekerja di Lamongan. Mereka dengan cara turun temurun membuat serta menjajakan nasi boranan. Dalam berdagang, mereka lebih banyak memilah di tepi jalur dengan cara lesehan. Mengenang banyak masyarakat yang menggemari nasi boranan serta kian terkenal, tidak bingung Penguasa Kabupaten( Pemkab) Lamongan berencana mematenkan Sego Boranan jadi salah satu simbol wilayah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *